Freira, Anak – Anak Revolusioner

Dengan perasaan membuncah, menenggelamkan kesakitan tiga jam lalu, setelah dua jam sebelumnya bagian jalan lahirnya di sumpal obat penambah hormon pengejan.

Duh,! sungguh ingin menangis sampai dikedalaman, sakit yang sangat teramat sakit. Jangan ditanyakan bagaimana tingkat kadar kesakitannya, karena ini paling dari rasa sakit yang terpaling.Sakit. Belum ada tanda tanda jika hari ini semuanya akan berjalan terlewati, ketika semuanya kembali pada putaran aktivitasnya, begitupun aku. Memilah milah beberapa dokumen yang akan dibawa untuk mengikuti acara baru di pekerjaan baru, ditengah fokusnya, tiba tiba, pyar…pyuk… Meletup, cairan bening putih jatuh dilantai, sebanyak dua kali letupan

Ada kekhawatiran meliputi, dengan berjalan, cairan bening masih terus tercecer dilantai, meski tidak mengalir, hanya menetes. Berbagai gambaran berkecamuk, akankah waktu yang ditunggu itu tiba?, Semoga saja. Setelahnya, agenda kegiatan hari itu buyar seketika, khawatir terjadi yang tidak tidak sewaktu berkegiatan, meski hingga satu jam ditunggu masih aman aman saja.

“Kepastian soal waktu, datang dan pergi adalah otoritas Tuhan sepenuhnya”

Hingga akhirnya, waktu yang ditunggu tiba juga, yang dinanti datang juga, anak anak Revolusioner dengan perjuangan sepenuhnya, melewati berbulan bulan, dalam dekapan air kehidupan, dalam asuhan sari pati daging hidup. Dalam nafas yang menyatu, memecah keheningan malam dengan tangis penuh suka cita. Selamat datang anak anak zaman, di kehidupan yang sepenuh penuhnya hidup.

Kehidupan yang kelak menjadikanmu Ada dan Meng Ada.

“Selamat Datang Anak ku, Freira”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s