Membangunkan Ide yang tertidur

Apakah anda pernah mendengar ungkapan ide yang tertidur? saya yakin anda pasti sedang meraba raba maksud dari pada judul tulisan saya bukan. Nah, dari pada anda penasaran, silahkan lanjut baca nya ya. He he ~

Saat saya sedang menuliskan tulisan ini, saya sedang dalam fase yang sangat tidak produktif. Jadi maksud saya begini, jika anda semua pernah mengalami rasa malas yang luar biasa ditambah dengan pikiran yang berkelana tak jelas kemana arahnya, bisa jadi yang terjadi dikehidupan nyata tidak ada yang kita lakukan. Wis pokoke isine glambyar. Cuma mengawang awang terkadang disambi dengan scrolling taimlen facebook yang tidak habis habis. Menuliskan status FB pun hampir kehilangan arah, tak tahu apa yang mau ditulis ~

Difase pikiran sebelumnya, saya memerintahkan diri untuk ayo nulis, ayo nulis, lah jebule yang mau ditulis saja tidak tahu. Rasa rasanya ide mandeg nyangkut entah dimana. Walhasil, sampe dua minggu berlalu tidak ada tulisan sebiji pun yang berhasil ditulis. Padahal isi kepala sebenarnya menyeruak berupa rupa calon ide, yang masih berkelana mencari cantolan sebelum di acc menjadi ide yang mak cling. Dan ternyata jika tidak banyak yang tercantol akhirnya mereka seperti calon bayi yang gugur sebelum dilahirkan

Soal menulis adalah satu contoh, dimana peran ide sangat luar biasa pentingnya, bayangkan jika tidak ada ide, apa yang mau kita tulis, engga ada kan. Bukan hanya soal menulis, dalam kehidupan bermanusia ide adalah amunisi. Sedangkan otak kita adalah larasnya yang bertugas memproduksi ide ide. Manusia selalu menghasilkan perkembangan di berbagai hal yang tidak lain karena idenya selalu berkembang, muncul dan menghasilkan ide ide baru lagi, dan begitu seterusnya.

Buah dari ide telah kita nikmati bersama, perkembangan jaman yang berubah bisa kita amati. Di awal masa revolusi prancis, manusia sudah mulai mengenal mesin mesin produksi, dilanjutkan dengan mesin mesin pertanian, hingga kesini revolusi industri menjelma menjadi revolusi 4.0 dengan perangkat teknologi informasi yang semakin mutakhir, automatisasi, big data, lahir lagi bayi bayi teknologi berupa gojek, grab, ruang guru dan lain lain. Dari mana semua itu berasal? Tidak lain dan tidak bukan adalah dari ide manusia.

Kebutuhan manusialah yang memaksa otak untuk berkerja melahirkan ide ide baru, yang belum pernah ada sebelumnya. Ide bisa disebut dengan pengertian lain semacam “gagasan” atau rancangan. Ide bisa muncul kapan saja sesuai dengan sensitifitas otak kita, bisa saja tiba tiba muncul atau perlu dipacu dengan keras untuk bisa muncul, yah mudahnya suka suka dia lah kapan mau muncul kapan mau tidur, ya kan. Yang susah adalah, disaat kita sudah terlalu lama menantikan ide itu muncul, nyatanya malah mampet tidak ada yang nyantol dikepala satu pun.

Tulisan disini tidak akan membahas ide dari sisi yang serius layaknya skripsi. Tapi lebih pada cara atau singkatnya tutorial mengeluarkan ide-ide yang macet. Karena saya percaya, banyak orang yang mengalami kemacetan ide, justru disaat kita lagi sayang sayangnya eh~ maksudnya saat kita lagi butuh butuhnya.

Karena ide yang macet itu bukan seperti azab Tuhan, yang harus di terima dengan lapang dada. Tapi harus teeus digali, dipompa, kemudian dirangkai menjadi sebuah rancangan siap eksekusi.

Pada dasarnya ide adalah hasil dari proses kerja otak manusia. Didalam otak manusia terdapat beberapa fungsi, salah satunya adalah memory, yang bertugas untuk merekam dan menyimpan seluruh aktivitas yang telah dilalui. Meliputi berbagai kegiatan, berbagai hal, pengalaman yang terakumulasi menjadi sebuah basis data. Ide yang muncul adalah kombinasi dari pengalaman dan fenomena yang ada dalam pikiran yang kemudian dielaborasi dengan daya imajinasi

Cara pertama memunculkan ide adalah, dengan membangun fokusnya terlebih dahulu. Kondisikan fikiran anda untuk fokus pada hal yang anda inginkan. Pasang tujuan anda, lalu pecahlah pikiran itu menjadi detail detail, terus pecah, dan kaitkan dengan berbagai fenomena dan kebutuhan yang anda alami. Terus fokus, arahkan pemikiran dari berbagai sisi. Dengan cara seperti itu bisa saja ide akan tiba tiba muncul dengan sendirinya. Subhanalloh

Jika anda pernah membaca Buku The Power of Kepepet, maka inilah cara ampuh nan jitu, buatlah diri anda dalam kondisi terpepet, maka semakin anda kepepet dan genting, otak akan berpacu semakin cepat berlipat lipat, maka dengan tanpa halangan biasanya ide akan lebih sering muncul. Saya pernah memiliki pengalaman, dan hal ini adalah cara andalan saya. Dengan cara memepetkan diri dengan deadline, artinya begini, jika deadline anda masih jauh jauh hari, anda tak perlu begitu kesusu, santai dulu nggak perlu was was. Jika mendekati deadline barulah otak kita daya gunakan semaksimal mungkin. Saya sudah membuktikan secara konkrit dan berkali kali. Semakin mendekatai deadline ide lahir dengan sendirinya di 24 jam terakhir. Ini versi saya ya. Anda boleh coba dengan kekuatan sendiri

Selanjutnya adalah, perbanyaklah asupan yang masuk ke otak anda melalui pengetahuan yang bisa anda dapatkan dengan cara membaca. Sering seringlah membaca untuk menemukan sendiri pola nya. Bacaan adalah salah satu vitamin dan nutrisi, jika anda ingin memperoleh ide yang kaya, maka pilihakan beraneka ragamnya bacaan.

Intinya, cara membangunkan ide adalah dengan memaksanya bangun. Dengan beberapa stimulan yang bisa anda coba sendiri seperti cara diatas. Jika ide anda telah lahir, selamat, maka itulah kekayaan intelektual anda.

Yang tidak selamat adalah jika ide anda hanya berhenti didalam kepala, tidak berwujud menjadi kenyataan! Maka, bahayalah!