Menegakkan Logika

Ditengah suasana mendung, pilihan paling tepat adalah menyeduh kopi. Dan pilihannya jatuh pada Kopi Hijau. Sebagai orang yang cm paham menikmati. Kopi Hijau adalah pendatang baru, yang tiba2 langsung mengusai. Dibikin ketagihan berkali kali kali. Untung saja sedang hamil. Jadi masih ingt yg didalam. Bahasan soal kopi selalu tidak ada habisnya. Ada filosofi tersendiri dari tiap tiap seduhannya

Kopi mengandung Kafein, zat reaktif yang dapat menyebabkan sistem saraf berkerja lebih aktif. Tekanan jantung lebih cepat. Bagi si peminum, akan menimbulkan efek jantung berdebar debar. Tidak mengantuk. Lebih berenergi dan bersemangat. Biasanya banyak yang meminum dipagi hari sebagai awal melakukan berbagai aktivitas. Barangkali dasar yang ingin dikuatkan adalah soal “Melek” soal fokus dan berfikir. Berbicara soal Berfikir, ini adalah fungsi optimal dari otak. Nah, kebutuhan menentukan berbagai keputusan, adalah salah satu hasil dari Proses Pikir, menelaah, menganalisa, menimbang, sistemik, proses proses pikir yang biasa dilakukan oleh fungsi otak. Barangkali ada tulisan saya yg kurang tepat, mohon koreksi. Krn ini hanyalah coret coret sembari menunggu hujan reda sambil menyeruput kopi

Ditengah era yang serba cepat, progessif, manusia dituntut untuk tidak ketinggalan. Cepat berfikir, cepat bertindak dan menghasilkan sesuatu. Nah proses cepat, menuntut generasi ini cepat untuk memproses informasi, menganalisa dan membuat keputusan. Keputusan yang diambil pun tidak boleh serta merta tanpa sistem pikir yang runut, sistematis dan logis. Kabutuhan kebutuhan itulah yang harus segera di tangkap dengan baik oleh generasi hari ini. Kemampuan berlogika tingkat tinggi ini sudah dimulai dengan pelaksanaan Kurikulum berbasis kompetensi. Anak anak kita mulai dilatih untuk berfikir tingkat tinggi /HOTS.

Pendidikan adalah jalan cepat pembangunan SDM yg mampu memenuhi kebutuhan dan tantangan zaman. Tentu saja. Didalamnya harus disetting sesuai dengan tuntutan kompetensi yg diinginkan. Dalam taxonomy bloom level tujuan pendidikan dari C1 sampai C6 menghasilkan berbagai lulusan sesuai dengan levelnya. Dan hingga disadarai bahwa manusia hari ini harus benar benar siap menghadapi era, Siap bersaing, siang ber berkolaborasi, siap meng create sesuatu. Tidak hanya asal ini, asal ikut itu, jika ingin menjadi bagian penting dari perubahan Era.

Nah, lonceng sudah dibunyikan. Melalui pendidikan diharapkan mampu mencetak Generasi yang siap tersebut. Tagline baru mendiknas. ” Merdeka Belajar” adalah wujud kemerdekaan belajar yang berorientasi pada penumbuhkembangan potensi terbaik dari setiap anak didik. Bukan lagi pada angka dan nilai nilai. Menjadikan anak didik mampu berdikari dengan pikiran mereka sendiri. Alat ukur Literasi dan Numerasi merupakan sintegrasi antara pemahaman teori pikir dan linieritas tindakan. Inilah cara kembali menegakkan logika anak anak didik kita. Yang barangkali sejak era saya sudah kerap katam dengan hafalan yang cetek pemahaman. Mau tidak mau sy jg mengakuinya. Generasi hafalan hehehe.

Hujan pergi. Cangkir kopi mulai kering. Dan waktunya bergegas pulang ..😄

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s