Selalu Ada Jalan By Gojek

Gojek. Singkat memang.Tapi tidak dengan pemaknaan akronimnya.Kemanfaatan kiranya, semoga tidak melebih lebihkan. Lima atau enam tahun lalu, benda ini belum ada, bahkan bayangan akan keberadannya nyaris tidak terlintas, saya terbiasa kekampus, berkerja, beli pentol dan sebagainya dengan motor bebek honda Legenda satu-satunya. Ya transportasi paling mudah, cepat, dan hemat ya cuma itu. Montore dewe.

Diusia yang sudah mau kepala tiga ini, tidak terasa. Hidup saya juga pernah merasakan, mengalami, perkembangan zaman, beserta teknologi yang mengikutinya. Ditahun 2005an, di era chating MiRc, saya sampai rela mengumpulkan uang saku, hanya untuk bisa ke warnet setiap hari minggu, yang per jam nya kala itu 8500an, di warnet pojok SMP 7 jika tidak salah ingat. Bikin ketagihan. Jelas! Rela uang naik angkot dialihkan dengan rela mengontel, hanya demi bisa saving agar ke warnet. Era terus berkembang, model laptop, hape android, sampai saat ini kelahiran bayi teknologi bernama Gojek.

Puluhan tahun silam, perkembangan teknologi mahfum terjadi, revolusi industri di eropa, perubahan tenaga manusia tergantikan oleh mesin-mesin industri. Diikuti perubahan bidang teknologi, maka munculah telepon, telepon genggam, hingga komputer sampai internet, automatisasi, big data, dsb. Perubahan dan disrupsi tidak terelakkan lagi. Ya semua karena manusia mengalami pekembangan kebutuhan, peningkatan efiesiensi dan efektifitas, yg berkembang tentu adalah manusianya bukan! Jadi mempersiapkan manusia adalah mempersiapkan aset masa depan. Siapa tahu jika 10 atau 15 tahun mendatang, pintu doraemon akan benar benar ada, mungkin saja! 😅
Kembali ke Gojek, keberadaannya merubah peradaban pertransportasian Indonesia, ada sisi baik dan buruknya sudah tentu. Ojek konvensional pasti akan terkena dampak, moda transportasi lain semacam angkot juga pasti mengalami penurunan tren, bab ini mungkin sudah 3 atau 4 th lalu dibahas, yg juga tidak kalah penting, ratusan bahkan ribuan pengangguran tertolong dengan keberadaan Gojek. Bahkan sarjana-sarjana tertolong soal keuangan dengan menjadi driver ojol. Ini impact teknologi digital yg tidak bisa dinaifkan. Berdampak luas dalam mengurangi tingkat pengangguran. Mungkin saja ini satu pertimbangan pak presiden mengangkat Ceo nya menjadi Menteri. Meski banyak protes di sana sini, beliau melihat, kebutuhan hari ini adalah Tech for humanity, kiranya pendidikan membutuhkan sentuhan perubahan di tingkat core atau inti dari pendidikan itu sendiri untuk melahirkan perubahan sosial yg dapat memperbaiki kehidupan manusia. Semoga pak menteri sukses mengemban amanah!, Seperti Gojeknya yang terus ada disaat pulang kemalaman, disaat tiba di terminal sekitar pukul satu hingga setengah dua, dan parkiran sudah tutup, seperti taglinenya, #SelaluAdaJalan, untuk tetap bisa pulang kerumah. 😄

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s