Long Island

Malam ini langit tak begitu manis, tersenyum juga tidak, bebas menghampar diatas kepala kepala manusia berpenuh harap, ingin dan angan angannya, wajar saja, kepala yang isinya berpuluh puluh tautan yang saling bersimpul itu hidup,

memiliki alur dan reaktif di waktunya masing2.

“Lalui jalanmu, meski ber mil mil likunya, tajam kelokannya, bangun sendiri jejakmu, jalan, berhenti, jalan lagi, berhenti lagi, begitulah karena hidup tidak sebahagia (tidak) pada akhirnya

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s