Jogja dan Tulisanmu

Di menit ke tujuh belas melewati jam 11 malam,roda-roda kendaraan sudah melintas surakarta, kurang dari 50 km lagi akan menuju Jogjakarta. Kota dengan pemantik yang luar biasa, aku bersiap datang. Kota dengan berbagai sebutan dan pemaknaan, dan bagiku tempat kukembali mengingat semua tulisan yang pernah terserak. Di Jogja tentunya

Disana pusat kebudayaan tumbuh dan disemai, pusat pendidikan dan pengembangan ada dan terbangun. Siapapun akan terbawa menjadi diri yang sebenarnya, dan Jogja membikin sejenis sebutan Jogja menjadi iri. Harusnya Bojonegoro juga iri.

Jika kabar terbaru yg menyebut 51% saham freeport berhasil direbut pemerintah kita, maka Jogja telah lebih dulu menasionalisasi aset-aset khasnya macam Bakpia, Dadung, Dagadu, dan lain lain. Wisatanya? Jangan ditanya lagi mulai buatan, alam, budaya, kesenian, dari Malioboro, Keraton Jogja, Beringharjo, pantai Indrayanti, Baron, Parangtritis. Inilah Seharusnya contoh Inovasi yg harus dijadikan pemantik melalui bursa-bursa inovasi.

Dan dikesempatan ini Jogja kembali membangunkan memoar cerita-cerita yg pernah tertulis kontinyu melalui kontur yang sama, perjuangan, perkawanan, simbolik, dan kamu. Kini benar-benar kurindukan setiap kata dan diksi yg saling tertaut, terantai membentuk opini opini yang semakin mendekatkan kita dalam memeluk setiap ide-ide

Jika kemudian Bojonegoro tidak bisa seperti Jogja, minimal idenya ada, seperti pembangunan sebuah tulisan. dimulai dari menyusun huruf per huruf, pemilihan kata, pengembangan alur, dan pelebaran narasi dan terbangunlah tulisanmu, hingga pada hilirnya diakhiri dengan pendapat, persepsi para pembacanya.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s