Era-nya Generasi Z

Selain susu kental manis yang ternyata memberikan efek kamulflase soal sehat dan kuat secara epistemologi, pendidikan sedikit mengalami pergeseran makna yang juga perlu diluruskan yang juga ditakutkan akan mengalami kamulflase pemaknaan, mungkin ada yang ingat soal pengangguran? lah ini salah satu pelurusan lagi dari hasil pendidikan, yang sering kita dengarkan, setelah sekolah nanti bisa langsung kerja!, setelah sekolah nanti bisa langsung kaya!,

ternyata enakan sekolah dari pada jadi pengangguran ya,

dan rentetan pergeseran kamulflase pemaknaan yang lainnya. Maksudnya itu kamulflase pie? tanya Adi, jadi begini, ibarat susu kental manis yang belasan atau puluhan tahun kita minum dengan harapan kita jadi sehat, kuat dan hebat, nah, jadi heboh kemudian ternya SKM ini buka sebagai minuman penambah gizi, namun cuma minuman rasa susu!, lha yang bikin sehat, bikin kuat, setelah minum SKM itu bukannya cuma kamulflase?. Selanjutnya, pendidikan diposisikan sebagai alat untuk mengeruk ceruk ceruk sumberdaya ekonomi dan terbebas dari keminim an secara material. Lah, setelah lulus ternyata cuma nambah nambhi daftar penuh pengangguran saja, boro boro jadi kaya!, gak nganggur aja udah baeq. Salah satu indikator hasil pendidikan yang sering dilihat adalah dari sisi economist, soal kerja dan pendapatan,memang benar segala kemampuan dan skill yang didapat melalui proses pendidikan akan menjadi senjata untuk mulai menghasilkan apapun! termasuk soal uang dan pendapatan ekonomi lainnya. Sehingga diakhir proses pendidikan melahirkan generasi pemburu ekonomi

Padahal pendidikan harusnya diposisikan menjadi jalur untuk membuka, membuka akal dan fikir, rasa, untuk menjadi tau,bisa dan ahli. Baru kemudian akal akan menemukan sendiri kemerdekaannya untuk merdeka dari jalan spesialisasi masing masing.

Pagi tadi jadwalnya agak beda, selain rea reo ada jadwal tambahan yang super fresh, apa dia??ngenterin anak sekolah!. Jadi per senin kemarin, para pelajar di seluruh Endonesa, dari tingkatan paling kecil PAUD sampai sekolah lanjutan atas SMA, memulai aktipitas disekolah kembali setelah libur panjang. Hal ini berlaku pula bagi Dzakiya, anak kesayangan satu satunya yang bukan kamulflase, hari kemarin merupakan hari pertamanya untuk mengikuti proses belajar dikelas melalui jalur pendidikan semi formal. Jika biasanya saya selalu santai soal bangun anak, karena hal itu bisa berkorelasi dengan jam tidurya semalam, nah pagi ini beda, aktivitas bangun pagi sudah harus kembali digalakkan! kami tegaskan lagi, digalakkan!, mamahhh, tangiii jerene kakak mau sekolah??, jam miniatur masjid di dinding juga telah menunjuk dijam 6.30, akhirnya meski dengan jiwa dan raga yang tidak berpemikiran sinkron, hasilnya kami sudah siap untuk memulai hal baru disekolah.

Tas baru, sepatu baru, sudah nangkring dipakai, cuss kita berangkat kesekolah yang jaraknya tak lebih dari 300 meter. Ketika memasuki area sekolah, suasana sudah begitu ramai, anak anak kecil yang unch unch dan para mamaknya yang gak kalah unchhh, sudah memenuhi pelataran sekolah, ada nyanyi-nyanyi, ada yang tertawa, ada yang ngrumpi terlebih para mamaknya, dan ternyata saya dan Dzakia telat ges!, kami segera masuk ke pelataran tempat anak anak berkumpul mendengar ceramah ibu guru, Dzakia gak kalah semangat, dia aktif, dan meski masih sedikit malu malu, meluncur menuju tempat belajarnya dimulai, ibu guru sedang asyik bercerita dan membangun komunikasi dengan anak didik yang masih sangat lutchuu luntchuu ituh. Si Dzakia langsung merengsek masuk kerumunan anak anak sejenis dengannya, dan tak lupa salim dulu dengan Ibu Gurunya. Lalu mendengarkan dan memperhatikan, meski kelihatan agak bingung, tapi tak apa nak, ini adalah awal! Baru dimulai,

Sekolah sejenis PAUD, merupakan sarana dan pintu masuk awal menuju pembukaan akan keberdayaan sebagai manusia, awal pembebasan dari determinasi kemiskinan, miskin ilmu, miskin tau, miskin adab, dan miskin yang memiskinkan lainnya. Nak, tugas mama hanya menanamkan kejujuran, kepercayaan akan diri sendiri, menunjukkanmu jalan menjadi manusia yang semanusia manusianya, menjadi merdeka dengan dinamisnya zaman, ber ahlaq santun melalui pendidikan, pilihan hidup kedepan itu hak mu. Soal nilai bagus, rangking, peringkat, itu Bonus!

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s