Grab Tak Mampu Menjangkau (mu, mereka)

Pesan penanda tulisan The Driver has arrive akhirnya dibaca, tak kurang 120 detik Avanza F 10xx bertato monde kukis khas lebaran disekujur body nyah sudah nampak didepan mata. Sedang isinya, sibuk mendada dada dari dalam jendela dengan raut sumringah. Ini era digital di segala lini, soal transportasi dan turunannya tinggal tutul tutul sambil leyeh leyeh apa aja sudah di depan mata.

Bang Baksonya kirim ke rumah dia ya dijalan setapak maju dikit, titip tambahin salam kangen juga bang huakakak. Asal lu punya money beres dahh, semua bisa di bayar dengan gak pake ribet ! Mau jarak, mau siomay, mau tukang pijit huasshh

Ga terasa senin kedua sudah dilalui dikota yang sama, datang dengan bermacam kecamuk dikepala, kini senin kedua tak jauh beda, beda dikit soal kantong lebih tipis, soal energi lebih riweuehh bahasa jabarnyahh dan semuanya mengalir diwaktunya masing masing.

Segelas teh pelarut penat lancar menelusuri tenggorok , hangatnya tak sempat ikut melelehkan segala kejemuan beserta lelahnya. Inilah salah satu kelemahan digital efek yang belum mampu membuat lompatan pengubah atau pencipta rasa sesuai request, suatu saat nanti bagaimana frekuensi penyetel mood itu bisa disesuaikan secara cepat dan otomatis, jretttt!!!!!

Terkadang kita harus terus takluk dengan apa itu kamulflase, kemudahan yang tidak benar benar mudah, dekat yang tidak benar benar mendekatkan. Kali ini Grab , Gojek, dan kawan kawan seangkatan itu tidak bisa membantu, anggota se gang itu tak mampu menjangkau ruang sempit dan sepi di ujung lorong batin yang membiru

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s