Aku Tetep Cah Jonegoro

Disepanjang jalan ini pernah dilalui dengan beberapa cerita yang tercecer beberapa waktu kebelakang, dan saat ini ditemani segelas degan dipadu merah manisnya nira melarut bersama sore ditepian limus pratamaKebekuan faksi adegan demi adegan mulai mencair satu per satu, meski kedepan sudah pasti muncul faksi baru dan meleleh lagi diiringi senyum mengembang dikemudian. Lalu difragmen ini jelas terasa lebih lelahnya, singkatnya aku ingin leren begitu kira kira

Skeptis dan apatis adalah upaya pengalihan pada pemadaman sebuah hasrat, tepatnya keinginan. Semantik tertulis terencana dalam meniadakan letupan emosi. Itulah alibi sebagai penanda diri. Menyisakan lubang, ruang tak berpenghuni, dan sepi menganga, dan mungkin aku tak sanggup

Belum pernah selama ini kita terpisahkan jarak dan waktu. Jangan dianggap ini adalah kelebay an dalam beretorika, bisa jadi memang iya. Tapi biarlah aku merindukanmu saja, ini caraku menyentuhmu, lewat rangkaian abjad tak beraturan ini caraku memiliki kamu ku seutuhnya, anakku…mama merindukanmu

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s