Despachito

Ya ini kelihatannya sudah teramat klimaks aku menuliskannya, kiranya sebulan kemarin oplolas lirik dan nada latin itu membahana di soundsystem para makelar musik, hajatan para tetangga, sampai ringtone hape penjual siomay. Tidak kalah sporadis serangan medsos yang mengupas habis  lalu mengejek makna lirik yang konon senonoh itu jika di indokan, panjang memenuhi linimasi yang terlanjur membuat para penikmat langsung saja antipati pada keindahan seni berbentuk suara tersebut

Dalam tulisan yang tidak ingin kutulis panjang ini tidak sepenuhnya membahas soal lirik yang diawal diklaim sebagai bentuk keromantisan mutlak dalam sebuah lagu dan akhirnya berubah menjadi tak senonoh, dan tidak bisa kutolak juga jejari yang menuntuk memilihkan judul seperti itu, biar saja kali ini aku akan menurut saja pada lengkingan penguasa jari untuk memilihkan tuts tuts pada keypad tab yang baru saja siuman akibat malpraktek kepanikan itu. Meskipun saat terakhir kali ini kugunakan kira kira Despachito yang baru saja mengalir melalui sound sound dengan bas agak saru hingga sampai pendengaranku

Dan kini lirik latin ajaib itu tiba tiba telah sayup tak diperdengarkan, semacam hilang saja, berganti lirik lirik bernadakan melayu semi indo yang lebih suka dinikmati karena syairnya yang bisa membuat siapa saja berkaca, juga merefleksikan diri, dan yang terakhir lirik yang menjadi penyama dengan nasib sendiri macam Suket Teki, Bojo ketikung, Jaran Goyang, sayang, konco mesra de el el

Tapi lebih jauh lagi bahwa macam yang lagi lagi muncul dinpermukaan dan sedang dipenuhi keberuntungan itu sudah memilii kalender sendiri, yang tidak bisa dimahar untuk secepat waktu untuk beruntung, lagi lagi berkat kejelian dalam membaca peluang seperti Nella Kharisma membikin lagu seperti kisah para laki laki yang nekat memaksi jaran goyang karena kebanyakan diacuhkan, tapi hendaknya kita lebih bijaksana berfikir kemana Nella Kharisme sejak dulu? Kenapa baru sekarang kelihatan?, padahal nyanyipun sudah sejak Sd, nah itulah bahwa kalender keberuntungan sudah disetel, tinggal dipesan dengan jeri payah dan perajukan perajukan pada penyetel kalender, lalu jika masih saja kalender itu belum tiba, yah memang belum juga sampai pada tanggalnya

Yah apa boleh dibuat, dua kali bumi Mu menolakku aku tidak ingin memaki secara kejam, bukan karena jeri payah perjuangan yang tak bisa kuupayakan, melainkan pengkondisian dan keadaan yang tidak bisa kukendalikan, ya karena menurutmu mungkin itu bukan jatahku dan kau belum sampai pada tanggalmu, kira kira begitu ya aku menurut saja

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s