De Havuu

Beauvoir tidak dapat menahan perasaannya, sedihnya bertubi tubi ditimpa kehilangan yang begitu semena mena,  semburat menembus hingga selaput hati terdalan, rasa yang tak bisa dipercaya dan pelan pelan meluruhkan air mata, buih buihnya mengalir hingga kebibir, kekalutannya tidak terbendung lagi

Baginya diantara heterosex lain Sartre yang paling menarik dimatanya, begitupun sartre, tidak selalu tentang keintiman dan sex, bahkan melampaui itu, kisah asmara yang sering diwarnai dengan diskusi sastra di warung kopi pojok kota itu memantik keduanya untuk mencintai dalam kebebasan, mencintai dengan membebaskan , walaupun akhirnya Sartre harus meninggalkan Beauvoir lebih dulu dalam keabadian bersama cintanya

#Tamat

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s