Kota Tua, tidak Setua Katanya

Si sarti malam ini cemberut, masa mudanya yang belum kelar dia nikmati sudah sudah bersuami saja dia, cemberut mengiri pada muda mudi yang masih gemar dan intim dengan malam minggu, malam mistis bagi kaum yang berpacaran, saking mistisnya kadang apa saja bisa terjadi di malam minggu, syaratnya harus berdua kalau hanya sendirian mungkin jadi melankolis dan sedikit miris he he, sudah lah sayang tidak usah kamu cemberut, apa yang kamu mau ini malam minggu kita kita buat orang orang berpacaran itu iri dengan kita, sekarang kan jamannya menikah dulu baru pacaran lebih syar i, begitu kaaan

Keluar dari stasiun Jakarta Kota, ambil jalan kaki ke arah barat kira kira 50 meter, dari depan statiun sudah penuh sesak antara mana calon penumpang kereta, mana penjual, mana abang gojek sudah mengabur menjadi satu, ini berkah dan rejeki bagi para pedagang kaki lima dimalam minggu yang begitu semarak dan rame ada lagi ini rejekiku juga lontar abang grab dan gojek yang berkerumun membentuk koloni sambil menunggu calling, dan buatku ini namanya kesemrawutan yang membikin bahagia juga, bagaimana tidak hampir saja si Dzakia hilang ditengah kerumunan yang tak tahu mana jalan mana trotoar animo malam minggu di kota tua milik oranh, ahh ini alibiku saja karena kurang waspada he he
Dari kejauhan sudah tampak berdiri megah meski tak begitu jelas tertutup malam, hanya cahaya lampu lampu dan temaram sinar rembulan yang memperjelas bangunan megah berarsitektur kuno khas  Belanda, ada Kantor Pos, Bank Mandiri, Bang Indonesia bergaya artistik Eropa mengisi deretan memoarnya Kota Tua Jakarta. Kota Tua salah satu spot sejarah yang masuk wilayah administratif Jakarta Barat, saat berada disini mungkin akan membawa imajinasimu untuk berada pada masa puluhan tahun lalu, saat Fatahillah melawan Voc untuk mempertahankan Sunda Kelapa atau yang bikin animo tinggi untuk mengunjunginya adalah semacam sedang di negara Belanda Kw, kayaknya bisa keluar negeri memang masih menjadi sesuatu yg prestise  untuk di upload di berbagai linimasa
Sarti dan Parjo baru 2 bulan mengenal, bulan ke 3 Parjo melamar Sarti dan bulan ke 4 mereka ijab kobul, ini bukan semacam quikly express yang begitu kilat, dorongan menikah muda bagi Parjo dan dorongan Orang tua Sarti yang tak mau anaknya menua sebelum menikah, dikala Sarti masih berumur 23 yang menurut orang desa sudah waktunya untuk berumah tangga. Parjo meyakini segera menikah diwaktu muda adalah pilihan terbaik sebagai jalan menjadi Orang, seperti orang tua kita sering bilang, kalau sudah berumah tangga, sudah cukup papan, pangan, sandang maka sudah jadi orang
Seperti malam ini kota Tua yang enggan menua, deretan sepeda ontel, becak kuno yang biasanya nampak begitu fotogenic di berbagai instagram itu tak lagi nampak, hanya lautan muda mudi yang sedang menghablur diantara bangunan bangunan tua, sedang berjoget, sesekali mengikuti alunan lagu reggae yang dinyanyikan Shaggy Dog, uyeee uyeee, lalalala, lalala dan tak terasa akupun terbawa iramanya untuk sesekali ikut bernyanyi dan berjoget santai, melepas berton ton beban sehari hari dan beban menggendong Dzakia tentunya haha, disini begitu mudahnya melihat konser2 ya memang tempatnya artis kan diibukota, kalau di sana untuk sekali melihat konser harus mengeluarkan kocek 35 – 200 ribu tentu orang desa akan lebih memilih untuk dibelikan beras, pindang, minyak goreng atau baju baru he he. Kota tua hanya soal nama saja, budaya, kemajuan zaman, dan gaya hidup tetap dinamis membuat kota tua tidak akan nampak tua, karena kuno pun sekarang manjadi gaya, konvensional, vintage yang kini dilebihfavoritkan
Dan Sarti mulai memahami, bahwa menikah soal pilihan, dan menikah muda sudah dipilihnya, menjadi tua sudah pasti, dan kini sudah mulai mengembang senyumnya, sesekali manja manja menggoda si Parjo, digengganmnya jemari Sarti sambil mengembang kempis saja hati mereka, Sarti dan Parjo dua muda mudi  diantara ratusan kepala yang akhirnya asyik ikut menyanyi dan bergoyang malam minggu di kota tua yang tetap memuda!

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s