Optimalisasi Peran Dasa Wisma Untuk Promosi Kesehatan

Pemerintah kabupaten Bojonegoro secara resmi telah mendeklarasikan diri sebagai kabupaten yang siap mengikuti program Sustainable Development Goals atau pembangunan berkelanjutan meskipun salah satu indikator yang ditetapkan dalam MDGS (Millenium Development Goals) yang berakhir pada tahun 2015 lalu tidak tercapai, adalah angka kematian ibu (AKI) dan Angka kematian Bayi (AKB), target yang ditetapkan dalam MDGS di Bojonegoro adalah 102/100 ribu kelahiran hidup namun jumlah AKI di Bojonegoro mencapai 128,22, hingga mei 2016 jumlah angka kematian ibu sebanyak 11 kasus dan jumlah angka kematian bayi hingga april 2016 sejumlah 85 bayi. Jumlah Aki di Bojonegoro tidak terkonsentrasi di salah satu wilayah namun cukup menyebar di beberapa kecamatan antara lain kecamatan Balen (2 kasus), Ngraho (2 Kasus), kepohbaru (2 kasus), Trucuk (1 kasus), purwosari (1 kasus), Temayang (1 kasus), Kapas (1 kasus), Sukosewu (1 kasus), dan Bojonegoro (1 kasus).

Pemkab mengklaim angka kematian ibu yang muncul tersebut bukan karena kurangnya pelayanan kesehatan pasalnya tenaga medis dan sarana prasarana penunjang pelayanan sudah cukup memadai, namun penyebab angka kematian ibu tersebut lebih karena kebanyakan ibu hamil mengalami keracunan dan serangan jantung, sementara untuk angka kematian bayi disebabkan Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR). Terjadinya kasus keracunan pada Ibu hamil tersebut disinyalir karena minimnya informasi kesehatan yang diterima oleh ibu hamil, kebanyakan dari mereka tidak tahu menahu tentang kondisi kehamilannya, apakah kondisi kehamilan wajar atau sedang menuju kondisi tidak wajar, seperti kasus preklamsia dalam hal ini disebabkan oleh tekanan darah yang terlalu tinggi atau hipertensi pada saat kehamilan kondisi preklamsia pada ibu hamil juga menunjukkan ciri ciri tertentu yang paling umum adalah  berat badan naik drastis dan bengkak yang terjadi di beberapa bagian tubuh seperti kaki dan tangan. Ibu hamil yang ada di desa mendapatkan penyuluhan kesehatan melalui posyandu yang dilakukan setiap beberapa bulan sekali, sayangnya tidak semua ibu hamil dapat mengikuti posyandu tersebut sehingga saat terjadi ketidak wajaran dalam kehamilannya mereka tidak tahu, berbagai hal turut menjadi penyebab kondisi minimnya informasi terkait kehamilan bagi ibu hamil, seperti rentang posyandu yang dilakukan terlalu jauh, ketidakterjangkauan ibu hamil dan faskes, kepedulian ibu hamil yang kurang terhadap kehamilannya, dan juga intensitas penyampaian informasi yang kurang dari petugas kesehatan.

Seperti judul yang ditulis oleh penulis” Optimaliasi Peran PKK Dasa Wisma Dalam Promosi Kesehatan”, Dasa Wisma adalah minatur PKK yang terdiri dari kelompok rumah tangga yang berjumlah 10 KK “Dasa” yang artinya 10, dasa wisma ini mempunyai peran strategis sebagai pendukung pembangunan dari lingkup rumah tangga. Dasa wisma merupakan suatu kelompok persepuluhan dari suatu masyarakat yang nantinya akan berperan aktif dalam melancarkan program program yang sudah direncanakan oleh masyarakat. Salah satu kegiatannya diarahkan pada peningkatan kesehatan keluarga, dari 10 KK yang tergabung dalam Dawa Wisma akan ditunjuk satu orang sebagai penanggung jawab untuk memantau kondisi keluarga yang lain dalam kelompoknya. Salah satu masalah yang menjadi jangkauan wilayah kerja Dasa Wisma adalah kesehatan ibu, bayi dan anak.

Bagaimana peran Dasa Wisma dalam promosi kesehatan? salah satu kegiatan dalam kelompok dasa wisma ini adalah melakukan promosi kesehatan untuk menunjang terciptanya keluarga yang sehat dan sejahtera, promosi kesehatan tersebut dapat dilakukan melalui pemberian penyuluhan penyuluhan dalam hal ini terkait pengetahuan bagi Ibu Hamil, penyuluhan ibu hamil akan lebih efektif jika dilakukan dalam lingkup yang lebih kecil dalam lingkup 10 keluarga misalnya jika dibandingan dengan pertemuan formal dalam kegiatan posyandu, ketua atau penanggung jawab setiap kelompok dasa wisma berkewajiban untuk memantau kondisi 10 KK anggotanya, apakah didalam kelompoknya terdapat ibu hamil, mempunyai Bayi atau Balita, jika iya pengurus dasa wisma dapat membuat rencana kerja bersama dengan anggota dasa wisma dalam lingkup kelompoknya terkait penyuluhan bagi ibu hamil, anggota dasa wisma dapat berkolaborasi dengan kader posyandu yang ada di lingkungannya sehingga penyuluhan tersebut dilakukan bersama bersama kader posyandu, tidak harus dalam suasana formal, penyuluhan tersebut dapat dilakukan dengan cara melakukan kunjungan ke rumah si Ibu atau sesekali mengundang ibu hamil di lingkungannya hadir dalam kegiatan dasa wisma, dengan waktu disesuaikan sesuai kebutuhan, dengan harapan penyampaian informasi yang lebih flesksibel terkait jarak dan waktu serta intensitas yang sering akan lebih efektif. Selain memberikan penyuluhan anggota dasa wisma juga harus memantau si Ibu hamil untuk rajin rajin memeriksakan kondisi kesehatannya di Bidan terdekat misalnya setiap satu bulan sekali, dengan rutin memeriksakan kondisi kesehatan akan diketahui secara dini bila berpotensi menyebabkan kehamilan yang berbahaya. Lagi lagi upaya untuk berpromosi tentang kesehatan harus digalakkan, jika petugas kesehatan dengan wilayah kerjanya yang cukup luas, alternatif menghidupkan peran peran di masyarakat seperti Dasa Wisma ini dirasa akan menjadi solusi. Promosi kesehatan yang intensif melalui dasa wisma ini dapat menerapkan konsep Jemput bola bagaimana proses penyuluhan bukan semata didasari oleh kebutuhan para ibu hamil akan kebutuhan informasi namun mereka lebih proaktif untuk datang menawarkan informasi sebagai bagian dari tanggung jawab mereka untuk mencegah terjadinya hal buruk dengan melakukan penyuluhan, bukan sekedar menyampaikan informasi namun bagaimana informasi tersebut bisa diterima melalui pendekatan yang terus menerus. Sementara promosi kesehatan melalui penyuluhan yang lebih intensif  akan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran bagi ibu hamil untuk sadar dan peduli dengan kehamilannya. Selain itu salah satu fungsi dalam dasa wima adalah melakukan pemantauan kepada anggota kelompoknya, hasil pemantauan oleh masyarakat diinformasikan kepada petugas kesehatan atau unit yang bertanggung jawab untuk dapatnya diambil tindakan penanggulangan secara efektif dan efisien. Kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat merupakan kegiatan dalam rangka kewaspadaan dini terhadap ancaman muncul atau berkembangnya penyakit/masalah kesehatan dalam kasus ini adalah kesehatan ibu hamil

Yang perlu dijadikan catatan adalah belum semua Dasa Wisma yang ada di daerah memahami tugas pokok dan fungsinya, sehingga peran peran melalui kegiatan yang dilakukan kurang berdampak nyata bagi perubahan dalam lingkup keluarga, kegiatan yang mainstream dilakukan oleh kelompok PKK ini lebih mengarah pada kegiatan seremonial biasa seperti Arisan, sehinga cakupan wilayah kerja lainnya seperti kesehatan Ibu dan anak ini kurang  hanya dilakukan ala kadarnya atau bahkan tidak disentuh sama sekali, PKK bukanlah tempat arisan dan pengajian saja, tetapi merupakan wadah bagi pemberdayaan masyarakat. Kalau arisan dan pengajian, setiap perkumpulan beberapa orang bisa saja dilakukan. Tapi PKK lebih dari itu, merupakan wadah pemberdayaan.
Dasawisma sebagai kelompok terkecil dari kelompok-kelompok PKK memiliki peran strategis mewujudkan keluarga sejahtera. Untuk itu, di harapkan agar Dasawisma menjadi ujung tombak pelaksanaan 10 program pokok PKK, Dasa Wisma perlu menggagas sebuah konsep kegiatan yang mengarah pada perbaikan perbaikan hidup keluarga seperti yang tertulis dalam peran dan fungsi PKK, disinilah perlunya dilakukan peningkatan kapasitas atau upgrading bagi anggota Dasa Wisma, peningkatan kapasitas dan kemampuan bagi anggota dasa wisma dapat dilakukan melalui kegiatan PKK yang ada di desa, yang dalam hal ini perlu penguatan terkait pemahaman tugas pokok dan fungsi Dasa Wisma sebagai pelaksana 10 program pokok PKK sesuai dengan prinsipnya dasawisma adalah pengawasan dan pemberdayaan hingga kemasyarakat bawah dan menyentuh unit masyarakat terkecil, yakni keluarga, sehingga peran untuk melakukan promosi kesehatan yang dilakukan melalui kelompok dasa wisma akan lebih efektif karena langsung menyasar pada tiap keluarga.

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s