Kebijakan Investasi untuk Atasi Pengangguran

Pengangguran menjadi masalah klasik yang belum juga ditemukan solusinya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi diatas 19% juga belum mampu untuk mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Bojonegoro, terlihat dari data yang didapat dari BPS jumlah pengangguran di Jawa Timur berdasarkan kota/Kabupaten, Bojonegoro menempati posisi 22 dengan jumlah yang terus naik tiap tahunnya, pada tahun 2014 jumlah penduduk usia 15 tahun keatas yang menganggur dan tingkat pengangguran terbuka sebanyak 20.189  dan jumlah ini kembali naik di tahun 2015 jumlah pengangguran di Bojonegoro menjadi 32.085 jiwa. Adanya industrialisasi Migas juga berdampak kecil untuk penyerapan tenaga kerja, walaupun pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan dengan Perda Konten Lokalnya, seiring selesainya proses penyiapan atau early production process operasi minyak dan gas bumi yang semakin menambah deret jumlah pengangguran.

Salah satu paket kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah untuk mengatasi masalah penganguran tersebut adalah dengan membuka keran investasi bagi para investor, bahkan beberapa hari yang lalu pemerintah telah menyelenggarakan Bojonegoro Investment Day yakni pola kemiteraan  yang diselenggarakan untuk menciptakan sinergi antara BNI, investor, dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dengan konsep acara meliputi seminar, gala dinner, dan site visit. Untuk menggaet para calon investor untuk mau menanamkan investasinya di Bojonengoro pemerintah mengklain telah mengeluarkan 6 jurus antara lain, Pemberlakuan upah umum pedesaan (UPP) sebesar Rp 1.005.000, Kedua, pengurusan perizinan oleh pemkab, Ketiga, penyediaan infrastruktur yang diperlukan, Keempat, biaya training tenaga kerja yang berasal dari penduduk sekitar, Kelima, diskon pajak lokal selama lima tahun, Keenam, menyiapkan data yang dibutuhkan oleh investor.

Keenam jurus yang dikeluarkan untuk mendorong investasi di Bojonegoro tersebut dirasa sudah cukup efektif untuk menarik minat para investor, didorong dengan tingginya pertumbuhan ekonomi di Bojonegoro diklaim juga akan mendorong investasi tumbuh dengan baik dimana daya beli masyarakatpun terpelihara dengan laju inflasi yang ditekan di level 2,91%.  Salah satu faktor yang terpenting dalam upaya menarik investor ke daerah adalah adanya jaminan kepastian hukum, dalam menjalankan usaha pemerintah daerah perlu merumuskan kebijakan investasi daerah misalnya peraturan daerah tentang investasi, khususnya yang terkait dengan peningkatan iklim investasi. Pemerintah dearah dapat membuat perda yang mengatur tentang 6 kebijakan yang telah dikeluarkan tersebut, misalnya perda insentif dan investasi, selanjutnya Kebijakan itu ditetapkan dengan standarisasi yang baku, dan selanjutnya dipublikasikan agar investor dapat mempelajarinya, selain itu dalam raperda tersebut juga memuat tentang hak dan kewajiban baik bagi daerah dan juga investor, Dengan kemudahan yang diberikan dalam investasi, kita harapkan akan melahirkan dampak multipplier effect. Peningkatan arus investasi akan membuka lapangan kerja baru dan mengurangi tingkat pengangguran, peran ganda investasi adalah selain untuk menggerakkan perekonomian juga membantu penyebaran tenaga kerja

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s