Kedung Maor, Green Canyon KW Yang Butuh Sentuhan

Postingan kali in sebenarnya adalah ide tulisan yang hendak penulis sampaikan beberapa minggu yang lalu, sempat kelupaan kalau judul ini sudah mengendap berhari hari di dashboard wordpress, Kedung Maor, Green Canyon KW yang butuh sentuhan,

Pembangunan di sektor pariwisata sedang getol getolnya dilakukan oleh pemkab Bojonegoro, munculnya wisata wisata baru seperti Dander Park, Agrowisata Blimbing, Bendungan Gerak, Perahu Cinta blok M (Mawot), dan yang terbaru pengembangan Geoheritage Teksas Wonocolo, sepertinya pemerintah kelupaaan satu potensi wisata yang sudah cukup populer di kalangan penikmat wisata di Bojonegoro yakni wisata Kedung Maor yang berada di wilayah Bojonegoro bagian selatan, tepatnya berada di kawasan hutan RPH (Resort Pemangkuaan Hutan) Tretes, KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Bojonegoro secara administratif masuk kedalam desa Ngansaeng kecamatan Temayang, jika ditempuh dari kota Bojonegoro menghabiskan waktu kurang lebih satu jam setengah dengan jarak tempuh 40 KM.

Kedung maor adalah sebuah fenomena alam yang berupa  air terjun yang berasal dari aliran Kali Soko dan air limpahan dari waduk pacal, disamping kanan dan kiri terlihat dinding dinding curam seperti goa namun terbuka, lebih mirip ngarai dengan tebing tebing cantik yang dibawahnya ada mata air mirip seperti kolam, dalam hal ini kedung maor sebelas dua belas dengan wisata Green Canyon yang berada di taman nasional Green Canyon, Arizona USA, maka dari itu banyak anak muda yang menyebut Kedung Maor adalah Green CanyonNya Bojonegoro.

Wisata kedung maor sudah banyak terekspos di sosial media bahkan jauh jauh sebelum penulis menulis postingan ini, hak tersebut terlihat dari banyaknya foto yang diunggah oleh Netizen di dunia maya, dengan unggahan foto foto tersebut manjadikan wisata Kedung Maor semakin terkenal dan viral, ketika penulis melihat foto yang diunggah oleh salah seorang kawan membuat penulissedikit tidak percaya,”Ternyata ada wisata bagus juga di Bojonegoro ini ya, karena menurut penulis sendiri Bojonegoro masih minim sarana untuk berwisata.

Pada dua minggu lalu penulis mendapatkan kesempatan untuk secara langsung mengunjungi wisata Kedung Maor disela sela tugas negara di kecamata Temayang, selesai berkunjung di salah satu di Temayang penulis langsung beranjak untuk mengunjungi Green Canyon KW versi Bojonegoro, berangkat drai desa Ngujung kecamatan Temayang kurang lebih 10 Menit  penulis sampai ditempat, di depan Gang belokan menuju kedung maor dipasang papan dengan tulisan sedanya “Lokasi Kedung Maor 200 M” akhirnya penulis melaju menuju arah yang ditunjukkan papan tersebut, jalan jalan yang masih sepi di tengah tengah kawasan semi hutan penulis tidak menjumpai seorang pun ketika melewati jalanan kecil sebelum sampai di Kedung Maor, setelah menuju kurang lebih 200 M tibalah penulis di tempat parkir, dimana tempat parkir tersebut adalah parkir yang disediakan untuk pengunjung kedung Maor, saat akan masuk ke lokasi penulis masih sedikit berfikir bagaimana tidak untuk lokasi kedung Maor yang cukup bagus melalui unggahan foto para Netizen, kok ternyata sepi amat ya, iya tau saja ketika  datang kesana diparkiran hanya ada satu motor yakni motor penulis aja, disebelah parkir ada sebuah warung kecil yang menjajakan makanan ringan dan minuman, disamping warung nampak beberapa pemuda laki laki sedang main kartu, untuk masuk penulis membayar retribusi 5000 rupiah waktu itu, memasuki kawasan lokasi kedung maor kali itu penuli bersama  salah satu kawannya agak sedikit merasa horor, terkagum dengan  pesona alam kedung maor yang cukup bagus namun tak ada satu orang pun kecuali penulis dan kawannya pada siang itu,

Dalam hati penulis bergumam, disini bagus namun kenapa hanya dibiarkan begiti saja ya? dengan animo yang tinggi dari masyarakat salah satunya penulis sendiri yang ingin datang kelokasi setelah melihat foto yang diungga Netizen, menunjukkan kalau kedung maor mempunyai potensi yang yang bisa dikembangkan, terlebih di Bojonegoro masih minim sekali tempat wisata, melihat potensi wisata disana pemerintah dapat mengalokasikan dananya untuk melakukan revitalisasi wisata kedung maor, seperti misalnya menjadikan kedung maor menjadi wisata edukasi alam, disana banyak tersingkap proses proses alam yang terjadi,yang dapat dimanfaatan sebagai sarana edukasi selain keindahan alam air terjun dan Ngarainya.

Beberapa pembenahan bisa dilakukan di area wisata kedung maor misalnya di gapura masuk ke Kedung Maor lebih baiknya agar dibuat lebih bagus dengan tulisan yang jelas dan menambah beberapa ornamen, yang terlihat saat ini hanya papan dengan tulisan seadanya yang di sandarkan ke gapura kayu lapuk, yang kedua jalan menuju lokasi hendaknya juga perlu menjadi perhatian bagi pemkab agar dilakukan pembenahan, masalah insfrastuktur jalan nampaknya menjadi masalah klasik di Bojonegoro karena banyak di berbagai ruas jalan di Bojonegoro yang juga butuh diperbaiki nampaknya untuk infrastruktur jalan kita harus lebih sabar, seluruh pengelolaan kedung maor dapat dituangkan dalam Road Map  rencana revitalisasi, dengan wisata asli berupa fenomena alam Air Terjun, Ngarai tebing dan kolam, pemerintah bisa menambah dengan wahana bermain bagi anak anak, dan juga ditambah dengan konsep Nature Education atau wisata belajar alam, yang tidak kalah penting adalah fasilitas penunjang di lokasi seperti kamar mandi, tempat istirahat, tempat shalat, dan juga penjaga yang saat penulis kesana tidak ditemua seorang pun yang menjaga di lokasi. Bagaimanapun konsep wisata yang menarik dan modern akan mendatangkan banyak wisatawan baik domestik maupun nasional yang ujung ujungnya juga akan mengalirkan pendapatan ke kas pemda, oleh karena itu pemerintah harus berfikir realistis tentang upaya pembangunan di bidang pariwisata.

Konsep pengembangan wisata bisa juga disinergikan dengan usaha ekonomi warga,warga disekitar lokasi bisa memanfaatkan adanya potensi wsata di daerahnya itu untuk menjual berbagai oleh oleh khas wisata seperti makanan ringan, kerajinan tangan dsb.semakin bergeraknya wisata semakin bergairah pula perekonomian warga sekitarnya, sehingga pemerintah perlu kiranya untuk memperhatikan wisata wisata yang berpotensi menjadi wisata andalan,

2 thoughts on “Kedung Maor, Green Canyon KW Yang Butuh Sentuhan

    1. Iya mas, mungkin tidak cukup ekpose tanpa diimbangi dengan pembangunan, krena wisata tsb bsa angin2an kalo sdh hbs rsa penasaran masyarakat bs beralih, krena memang ya cm itu2 aja yg bs dnikmati,

      Like

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s