Dorong pengelolaan Potensi Pariwisata Melalui BUMDesa

Pembangunan di sector pariwisata sedang masif dilakukan oleh pemerintah kabupaten Bojonegoro, minimnya sarana untuk rekreasi keluarga tersebut menjadikan pemkab Bojonegoro membuka tempat tempat rekreasi baru, menariknya potensi petensi wisata yang sedang dikembangkan adalah potensi wisata yang berada di desa  atau agropolitan yaitu pengembangan kawasan pedesaan untuk menyimbangkan pembangunan desa dan kota. Sejak awal tahun 2016 ini beberapa  wisata di kawasan pedesaan mulai diluncurkan seperti wisata “Atas Angin” di des Deling kecamatan Sekar, wisata Tubing di sendang Grogolan desa Ngunut kecamatan Dander, wisata Edukasi gerabah di Rendeng Kecamatan Malo dan terbaru wisata yang baru saja diresmikan akhir bulan April lalu wisata penambangan tradisional Geoheritage Teksas Wonocolo.

Munculnya wisata wisata baru di Bojonegoro tersebut diharapkan akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Peningkatan Asli Daerah (PAD), terlebih bagi desa selaku host atau tuan rumah adanya wisata tersebut diharapkan akan mendatangan pundi pundi yang akan menjadi pendapatan asli desa (PADes), untuk lebih meggeliatkan kegiatan ekonomi di desa dengan adanya potensi wisata tersebut setiap desa bisa membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) sebagai moda transportasi pengelola potensi wisata tersebut.

Menurut data yang diperoleh oleh penulis pemerintah kabupaten Bojonegoro serius untuk mengembangkan sector wisata berbasis kerakyatan, bagaiman potensi wisata yang ada tersebut akan dikelola secara mandiri oleh masyarakat, hingga saat ini pengelolaan beberapa obyek wisata tersebut dikelola oleh kelompok Sadar Wisata (Mpok Darwis), Mpok Darwis adalah kelembagaan informal yang dibentuk anggota masyarakat untuk mengembangkan wisata didaerahnya, pembentukan Mpok Darwis sendiri berdasarkan amanat peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor 11 PM. 17/PR.001/MKP 2010 tentang rencana stategis Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata tahun 2010-2014. Saat ini Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Parwisata tengah menyusun regulasi terkait tata kelola obyek wisata tersebut (http://www.bojonegorokab.go.id/berita/baca/1151/Disbudpar-Bojonegoro-Siapkan-Regulasi-Pengelolaan-Pariwisata- ) yang rencananya pengelolaan obyek wisata di Bojonegoro akan diserahkan kepada Mpok Darwis serta batas batas obyek wisata yang akan diatur dalam regulasi tersebut.

Salah satu hal menarik adanya penggarapan sector pariwisata tersebut adalah meningkatnya pendapatan asli desa (PADes)melalui pengelolaan poetensi wisata berbasis kerakyatan, hal terebut berkorelasi dengan anjuran bagi desa untuk membentuk Badan Usaha MIlik Desa(BUMDEsa) sesuai dengan permendesa nomor 4 tahun 2015 tentang pembentukan Badan Usaha Milik Desa, dimana BUMDesa dibentuk sebagai wadah kegiatan ekonomi desa dengan jalan mengembangkan potensi , sumberdaya alam, untuk meningkatan perekonomian serta mengoptimalkan aset desa agar bermanfaat untuk kesejahteraan desa, dengan prinsip pengelolaan secara kooperatif, partisipatif, emansipatif, transparan dan akuntabel.

Munculnya wisata wisata yang ada di desa tersebut merupakan salah satu potensi, aset dan juga sumberdaya alam yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat, potensi wisata tersebut dapat dijadikan salah satu unit usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), sebagaimana ditulis dalam peraturan menteri desa nomor 4 tahun 2015 pada pasal 7 “BUMDesa dapat terdiri dari unit unit usaha yang berbadan hukum” dimana penyertaan odal beraal dari keuangan desa yang dipisahkan maupun dari masyarakat, badan hukum dimaksud adalah seperti Perseroan Terbatas (PT)  dan lembaga keuangan mikro. Kelompok sadar wisata (Mpok Darwis) yang saat ini menjadi pengelola obyek wisata di desa  tersebut bisa menjadi salah satu unit usaha yang berfokus pada pengelolaan obyek wisata di kawasan Agropilitan tersebut dengan BUMDesa menjadi induk lokomotif perekonomian di desa, dengan  mekanisme jika Mpok Darwis telah lebih dulu ada, desa diharapkan untuk segera membentuk BUMDesa melalui musyawarah desa sesuai dengan regulasinya, dan menjadikan Mpok Darwis sebagai salah satu unit usaha pengelola potensi obyek wisata yang ada di desa. Selain itu dengan adanya potensi obyek wisata tersebut setali tiga uang akan ikut mengerek  kegiatan kegiatan ekonomi lainnya seperti kebutuhan akan oleh oleh khas wisata seperti makanan. Camilan, produk kerajinan, persinggahan dll, yang semua itu bisa menjadi master plan pengembangan BUMDesa di desa.

Dipublikasikan di portal online www.idfos.or.id

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s