Hijab is My Way

Assalamualaikum wr. wb
Welcome to wordpress gaes, ahii akhirnya pake wordpress juga setelah capek tenaga mengotak atik si Blogger, 1st Post yaaa…
Disela sela kegiatan pekerjaan yang sang sangat menjenuhkan dan cukup membuat frustasi akhirnya siang ini bisa kembali kembali mencoret coret sekedar mengisi kembali energi otak:D …enter

10 November 2015, iya bertepatan dengan hari pahlawan,  10 November 67 tahun silam merupakan sebuah aksi perlawanan melawan penjajah yang sangat dramatis dilakukan oleh arek arek suroboyo, so what any relathionship with me?? 10 November 2015 secara sadar dan tanpa paksaan Alhamdulillah akhirnya bisa kembali memakai hijab iya hijab, sengaja memilih tanggal 10 november karena memang bertepatan dengan hari pahlawan, hari dimana kita bersiap siap untuk menjadi pahlawan baik bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan bahkan bangsa dan negara aminn, karena apa ?pada awalnya Hijab adalah simbol perjuangan, mulai yang ringan ringan dulu misalnya berjuang melawan godaan teman-teman, melawan sindiran orang-orang,dulu ga kerudungan kok sekarang kerudungan, kerudungan nek sikapnya jelek ya mending ga usah kerudungan  seperti itu biasanya,  hingga nantinya berjuang melawan ketidak adilan, diskriminasi, kemiskinan, kebodohan dan kesewenang-wenangan dan yang lebih sulit lagi. Sejak duduk di bangku sekolah menengah atas atau SMA saya sudah memakai hijab istilah kekunoannya kerudung, namun niat berkerung tersebut memang hanya karena jumlah perempuan di kelas waktu itu hanya 9 orang dan semuanya memakai hijab so Iam imitate her :D. Sejak saat lulus SMA melepas hijab hingga menempuh berbagai perjalanan hidup, mulai kuliah, berkerja dan ditotal sudah 6 tahun lebih saya tidak memakai kerudung.
Sebenarnya perintah untuk berhijab itu sudah jelas ditulis di al Quran, saya mencontohkan dua ayat ini

QS. Al-A’raf: 26, “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”

QS. Al-Ahzab: 59, “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.”

Saya sering membaca ayat tersebut di facebook, instagram, display picture teman teman tentang perintah untuk berhijab tersebut, namun bagaimana sebuah perjalanan adalah sebuah proses, dan saat itu proses masih berjalan dalam diri saya.Bukan itu saja bahkan saya sering browsing dan mencari alasan apa yang bisa meluluhkan hati saya untuk berhijab, sudah jelas bahwa ayat diatas bahwa berhijab adalah perintah Allah SWT, bahkan saya tidak takut dibilang tidak taat, seorang teman semasa SMA pernah menasihati untuk berhijab, namun saat itu apa reaksi saya?, hanya mengacuhkan dan seolah olah mencari pembenaran bahwa hijab itu not the main, yah hijab bukan yang utama, yang akan dilihat Allah adalah amal dan perbuatan, bagaimana kebersihan hati kita.Pengen ketawa jahat jika ingat sempat beradu argumen dengan teman saya  tersebut.
Terus saja browsing mencari kebenaran sejati, kahirnya prof. Quraish Shihab menjawab bahwa Hijab itu tidak wajib tapi disarankan, so well bahkan saya juga tau anchor favorit saya yang kebetulan adalah anak dari ahli tafsir Al Quran tersebut yakni si Najwa Shihab juga not wearing Hijab, bertambah kepedean saya untuk tidak memakai hijab. You know process running yet…..
Pertengahan tahun 2014 lalu saya menikah dengan laki-laki yang selama 4 tahun kita pacaran, dan ternyata dia anak seorang ahli agama, dan kalian tahu sejauh kita pacaran dan akhirnya menikah tidak sekalipun dia meminta saya untuk berhijab, sekalipun itu dirumahnya yang notabene lingkungan santri keluarganha. Padahal saya menunggu ketika suami menyuruh berhijab itulah alasan, tapi dia adalah sosok yang bijaksana dengan pemikiran cukup mendalam, untuk apa berhijab jika menunggu disuruh, untuk apa berhijab jika menunggu ikut ikutan, hijab itu berangkat dari hati untuk Allah, jika belum pengen berhijab ya ga usah.
iya dear itu yang selalu suamiku katakan, so sweet kan…..
You Know process running yet……………….
Saya adalah tipe perempuan dengan prinsip yang kuat, tidak ada yang bisa merubah pendirian saya kecuali diri saya sendiri. Orang yang paling tidak suka dengan aturan, dan  diatur. Satu kalimat yang menjadi favorit saya adalah a Man condamned to be free, she will responsible with everything she does, kalimat tersebut mengutip pernyataan sartre yang berarti Manusia itu dikutuk untuk menjadi bebas, dan dia akan bertanggung jawab dengan kebebasan itu, yah truly sesuai dengan pola fikir saya. Waktu berjalan dan saya mulai melihat memang kekebasan adalah segalanya, dan pada akhirnya ada satu kata yang mampu mengikat kebebasan tersebut yang terjadi dalam hidup saya, yaitu Love,ya only love can bound that hanya cinta yang mampu mengikat kebebasan itu, and process still running……

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s